Rabu, 30 Mei 2012

SKS!!!! (part 2)

UMI Bebaskan Biaya SKS
Terima 4.000 Maba Tahun Ini

MAKASSAR, FAJAR -- Biaya SKS (satuan kredit semester) untuk mahasiswa baru di Universitas Muslim Indonesia ditiadakan mulai tahun akademik 2012/2013. Ini merupakan langkah maju yang dilakukan UMI yang secara resmi melaunching penerimaan mahasiswa baru, Senin 9 April.

Rektor UMI Prof Dr Hj. Masrurah Mokhtar menegaskan, tahun ini tidak ada lagi pungutan di setiap fakultas karena semua biaya pendidikan sudah masuk dalam beban BPP atau biaya pelaksanaan pendidikan dan SPP.

"Sistem pembayaran seluruh kegiatan akademik sudah masuk dalam BPP. Tidak ada lagi biaya SKS seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Rektor saat jumpa pers penerimaan mahasiswa baru, di Ruang Senat Kampus 2 UMI, kemarin. Rektor didampingi para wakil rektor, di antaranya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr H. Syahnur Said MS, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sumberdaya Dr H. Ir Iskandar BP MSc, Wakil Rektor IV Prof Dr Ir H. Abdul Makhsud DEA, dan Wakil Rektor V Dr HM Arfah Shiddiq MA.

Prof Syahnur yang juga Ketua Penerimaan Maba tahun ini menyebutkan, penerimaan maba sesuai jadwal sudah dimulai sejak 2 April lalu. "Hari ini dilakukan launching secara resmi yang ditandai dengan salat dhuha dan zzikir berjamaah. Kegiatan penerimaan maba berlangsung sampai 29 Juni 2012," terang Prof Syahnur.

Sementara Prof Masrurah menegaskan, tahun ini UMI akan menerima 4.000 maba sama seperti kuota tahun 2011 lalu. "Sebenarnya kami bisa menerima lebih dari 4.000 mahasiswa tapi kita sudah mencanangkan untuk membangun kualitas makanya kuota untuk tahun ini tetap dibatasi 4.000 orang," ujarnya.   

Harapannya, menurut Prof Masrurah, UMI dapat memberikan pendidikan yang sesuai dengan eksistensi UMI sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah.

Rektor juga menambahkan, tahun ini UMI termasuk salah satu Perguruan Tinggi yang diundang dalam SPMB Nusantara. UMI sejajar dengan PT besar lain seperti UI, ITB, Trisakti, UII, dan sejumlah PT besar lainnya. "Ada beberapa kriteria dan alhamdulillah UMI satu-satunya Perguruan Tinggi di Sulawesi yang diundang dalam SPMB Nusantara ini," jelas Masrurah. (Sunarti)
 
sumber : www.fajar.co.id

SKS!!!

Biaya Pendaftaran dan Ujian Seleksi
Untuk dapat menjadi mahasiswa Universitas Mercu Buana, calon mahasiswa terlebih dahulu harus mendaftarkan diri dan mengikuti ujian seleksi masuk, dengan membayar biaya sesuai ketentuan. Biaya pendaftaran dan ujian seleksi masuk tersebut harus dibayarkan sekaligus pada saat mengambil formulir pendaftaran pada Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru. Setelah formulir pendaftaran diisi dan dikembalikan kepada panitia, calon mahasiswa akan menda-patkan Kartu Tanda Peserta Ujian Seleksi Masuk.

Biaya Pendidikan
Biaya pendidikan adalah kewajiban keuangan yang harus dipenuhi dan dibayarkan oleh mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan di Universitas Mercu Buana.

Uang Pangkal
Uang Pangkal adalah biaya yang harus dipenuhi dan dibayar oleh calon mahasiswa sebagai syarat untuk dapat menjadi mahasiswa Universitas Mercu Buana. Uang Pangkal ini hanya dibayar satu kali selama menjadi mahasiswa. Pembayaran Uang Pangkal dilakukan pada saat pendaftaran ulang setelah calon mahasiswa dinyata-kan lulus ujian seleksi masuk, dan atau dinyatakan diterima bagi calon mahasiswa pindahan dari perguruan tinggi lain. Besarnya Uang Pangkal untuk setiap tahun akademik ditetapkan melalui Surat Keputu-san Rektor. Pembayaran Uang Pangkal dapat diangsur sesuai keputusan yang ditetapkan.

BPP Pokok
BPP (Biaya Penyelenggaraan Pendidikan) Pokok adalah biaya yang harus dipenuhi oleh mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan perkuliahan pada setiap semester. BPP Pokok ini dibayarkan oleh mahasiswa pada saat pendaftaran ulang yaitu setelah pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan sebelum perkuliahan semester yang baru dimulai. Besarnya BPP Pokok per semester untuk setiap fakultas/jurusan/program studi dan angkatan tahun akademik ditetapkan melalui Surat Keputu-san Rektor. Pembayaran BPP Pokok ini dapat diangsur sesuai keputusan yang ditetapkan.

BPP sks
BPP Sks adalah biaya yang harus dipenuhi dan dibayarkan oleh mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan perkuliahan pada setiap semester berdasarkan beban sks nya. Besarnya biaya per-sks untuk setiap fakultas /jurusan/program studi dan angkatan tahun akademik ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor. BPP Sks yang ditetapkan sudah termasuk biaya ujian (UTS, UAS dan UNC untuk fakultas/jurusan/program studi yang telah diakreditasi). BPP sks ini dibayar-kan oleh mahasiswa pada saat pendaftaran ulang, yaitu setelah pengisian Kartu Rencana Studi (KRS) dan sebelum perkuliahan semester baru dimulai. Pembayaran BPP Sks dapat diangsur sesuai ketentuan yang ditetapkan.

Uang Pembinaan Kemahasiswaan
Uang Pembinaan Kemahasiswaan adalah biaya yang harus dipenuhi dan dibayarkan oleh mahasiswa untuk dapat mengikuti kegiatan kemahasiswaan. Uang Pembinaan Kemahasiswaan ini dibayarkan oleh mahasiswa untuk setiap satu tahun akademik, dan pembayaran-nya dilakukan sekaligus pada saat pendaftaran ulang menjelang perkuliahan semester ganjil. Besarnya Uang Pembinaan Kemahasiswaan untuk setiap angkatan tahun akademik ditetapkan melalui Surat Keputusan Rektor.


sumber : www.mercubuana.ac.id

Jumat, 18 Mei 2012

Supositoria
1.       Pengertian
-Suatu bentuk sediaan padat yang pemakaiannya dengan cara   memasukkan melalui lubang /celah pada tubuh, dimana ia akan melebur, melunak, melarut, dan memberikan efek lokal serta sistemik. Umumnya dimasukkan melalui rektum, (ANSEL, 1989)
-Massa bahan obat yang sangat mudah mencair  untuk dimasukkan ke dalam lubang tubuh seperti rektum. (Kamus Saku KEDOKTERAN DORLAND)
2.       Prinsip benar pemberian obat
-Benar nama pasien
-Benar nama obat
-Benar dosis
-Benar waktu
-Benar dokumentasi
3.       Tujuan pemberian supositoria
a.       Memberikan efek lokal dan sistemik
b.      Tindakan pengobatan ini disebut pemberian obat supositoria yang bertujuan untuk mendapatkan efek terapi obat
c.       Menjadikan lunak pada daerah feses dan merangsang buang air besar.
d.      Pemberian obat ini diberikan tepat pada dinding rektal yang melewati sfingter ani interna
4.       Bentuk dan berat supositoria
a. Supositoria untuk rektum
Bentuknya seperti peluru, torpedo/jari- jari tergantung pada bobot jenis dan bahan obat dan basis yang di gunakan.
b. Supositoria dari lemak coklat
berat supositoria untuk dewasa kira-kira  2gr dan biasanya lonjong seperti torpedo, sedangkan untuk anak-anak 1gr dan ukrannya lebih kecil
c.Supositoria uretal (BOUGI)
Bentuknya seperti pensil, dan meruncing pada salah satu ujungnya. Untuk laki-laki beratnya  ±4gr dan wanita 2gr.
5.       Keuntungan
a.       Obat yang merangsang lambung  dapat diberikan tanpa menimbulkan rasa
b.      Obat yang dirusak dalam sirkulasi fortal dapat tidak melewati hati setelah absorpsi  pada rektum
c.       Sesuai untuk pasien pasien dewasa dan anak-anak yang tidak dapat menelan obat
d.      Efektif  dalam perawatan pasien yang suka muntah (ANSEL 1979)
6.       Indikasi dan kontraindikasi
Indikasi
          Untuk pengobatan konstivasi, wasir
          Untuk efek sistematik  seperti mual dan muntah
Kontraindikasi
          Pada pasien yang mengalami pembedahan rektal
7.       Prosedur
a.            Pengkajian
-Kaji riwayat pasien
-Kaji obat yang akan diberikan (nama pasien, rute, dosis, waktu)
-Cek kembali keadaan pasien
-Kaji TTV
                b.            .Perencanaan
          Persiapan alat
-          Obat dalam tempatnya
-          Sarung tangan
-          Kain kassa
-          Kertas tissue
-          Bengkok
-          Pengalas
-          Vaselin
-          Pispot
-          Botol cebok
-          Urinal
Persiapan klien dan lingkungan
-Jelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada klien
-Beri tahu klien untuk tetap berbaring/miring selama kurang lebih 5 menit
c.       Cuci tangan dan siapkan alat
1.       Jelaskan prosedur kerja yang akan dilakukan
2.       Gunakan handscound
3.       Buka pembungkus dan pegang dengan kain kassa
4.       Oleskan ujung pada obat supositoria dengan pelicin
5.       Regangkan glutea dengan tangan kiri
6.       Kemudian masukkan supositoria dengan melalui  anus, sfingter anal interna        dan mengenai dinding rektal
7.       Setelah selesai tarik jari tangan dan bersihkan daerah sekitar anal dengan  tissue
8.       Anjurkan pasien  untuk tetap berbaring/miring selama kurang lebih 5menit
9.       Setelah selesai lepaskan handscound kedalam  bengkok        
10.   Cuci tangan
11.   Catat obat, jumlah dosis dan cara pemberian
d.      Evaluasi
Chek kembali setelah  ±15menit untuk melihat respon klien terhadap obat yang diberikan , termasuk TTV, dan efek samping obat.
e.      Dokumentasi
Catat semua obat yang diberikan, jumlah obat,dosis yang diberikan dan cara pemberian pada daftar obat dan tandatangan sebagai bukti obat sudah diberikan.