UMI Bebaskan Biaya SKS
Terima 4.000 Maba Tahun Ini
Terima 4.000 Maba Tahun Ini
Masrurah Mokhtar
MAKASSAR, FAJAR --
Biaya SKS (satuan kredit semester) untuk mahasiswa baru di Universitas
Muslim Indonesia ditiadakan mulai tahun akademik 2012/2013. Ini
merupakan langkah maju yang dilakukan UMI yang secara resmi melaunching
penerimaan mahasiswa baru, Senin 9 April.
Rektor UMI Prof Dr Hj. Masrurah Mokhtar menegaskan, tahun ini tidak ada lagi pungutan di setiap fakultas karena semua biaya pendidikan sudah masuk dalam beban BPP atau biaya pelaksanaan pendidikan dan SPP.
"Sistem pembayaran seluruh kegiatan akademik sudah masuk dalam BPP. Tidak ada lagi biaya SKS seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Rektor saat jumpa pers penerimaan mahasiswa baru, di Ruang Senat Kampus 2 UMI, kemarin. Rektor didampingi para wakil rektor, di antaranya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr H. Syahnur Said MS, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sumberdaya Dr H. Ir Iskandar BP MSc, Wakil Rektor IV Prof Dr Ir H. Abdul Makhsud DEA, dan Wakil Rektor V Dr HM Arfah Shiddiq MA.
Prof Syahnur yang juga Ketua Penerimaan Maba tahun ini menyebutkan, penerimaan maba sesuai jadwal sudah dimulai sejak 2 April lalu. "Hari ini dilakukan launching secara resmi yang ditandai dengan salat dhuha dan zzikir berjamaah. Kegiatan penerimaan maba berlangsung sampai 29 Juni 2012," terang Prof Syahnur.
Sementara Prof Masrurah menegaskan, tahun ini UMI akan menerima 4.000 maba sama seperti kuota tahun 2011 lalu. "Sebenarnya kami bisa menerima lebih dari 4.000 mahasiswa tapi kita sudah mencanangkan untuk membangun kualitas makanya kuota untuk tahun ini tetap dibatasi 4.000 orang," ujarnya.
Harapannya, menurut Prof Masrurah, UMI dapat memberikan pendidikan yang sesuai dengan eksistensi UMI sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah.
Rektor juga menambahkan, tahun ini UMI termasuk salah satu Perguruan Tinggi yang diundang dalam SPMB Nusantara. UMI sejajar dengan PT besar lain seperti UI, ITB, Trisakti, UII, dan sejumlah PT besar lainnya. "Ada beberapa kriteria dan alhamdulillah UMI satu-satunya Perguruan Tinggi di Sulawesi yang diundang dalam SPMB Nusantara ini," jelas Masrurah. (Sunarti)
Rektor UMI Prof Dr Hj. Masrurah Mokhtar menegaskan, tahun ini tidak ada lagi pungutan di setiap fakultas karena semua biaya pendidikan sudah masuk dalam beban BPP atau biaya pelaksanaan pendidikan dan SPP.
"Sistem pembayaran seluruh kegiatan akademik sudah masuk dalam BPP. Tidak ada lagi biaya SKS seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Rektor saat jumpa pers penerimaan mahasiswa baru, di Ruang Senat Kampus 2 UMI, kemarin. Rektor didampingi para wakil rektor, di antaranya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof Dr H. Syahnur Said MS, Wakil Rektor II Bidang Keuangan dan Sumberdaya Dr H. Ir Iskandar BP MSc, Wakil Rektor IV Prof Dr Ir H. Abdul Makhsud DEA, dan Wakil Rektor V Dr HM Arfah Shiddiq MA.
Prof Syahnur yang juga Ketua Penerimaan Maba tahun ini menyebutkan, penerimaan maba sesuai jadwal sudah dimulai sejak 2 April lalu. "Hari ini dilakukan launching secara resmi yang ditandai dengan salat dhuha dan zzikir berjamaah. Kegiatan penerimaan maba berlangsung sampai 29 Juni 2012," terang Prof Syahnur.
Sementara Prof Masrurah menegaskan, tahun ini UMI akan menerima 4.000 maba sama seperti kuota tahun 2011 lalu. "Sebenarnya kami bisa menerima lebih dari 4.000 mahasiswa tapi kita sudah mencanangkan untuk membangun kualitas makanya kuota untuk tahun ini tetap dibatasi 4.000 orang," ujarnya.
Harapannya, menurut Prof Masrurah, UMI dapat memberikan pendidikan yang sesuai dengan eksistensi UMI sebagai lembaga pendidikan dan lembaga dakwah.
Rektor juga menambahkan, tahun ini UMI termasuk salah satu Perguruan Tinggi yang diundang dalam SPMB Nusantara. UMI sejajar dengan PT besar lain seperti UI, ITB, Trisakti, UII, dan sejumlah PT besar lainnya. "Ada beberapa kriteria dan alhamdulillah UMI satu-satunya Perguruan Tinggi di Sulawesi yang diundang dalam SPMB Nusantara ini," jelas Masrurah. (Sunarti)
sumber : www.fajar.co.id
Tidak ada komentar:
Posting Komentar